Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Serangan Israel Tewaskan Pemimpin Hamas, Reaksi Global Meningkat

Reaksi dari berbagai belahan dunia mulai mengalir setelah berita tentang terbunuhnya Ismail Haniyeh, pemimpin biro politik Hamas, dalam serangan Israel di Teheran, Iran. Hamas mengonfirmasi pada Rabu lalu bahwa Haniyeh tewas akibat serangan yang mereka sebut sebagai "penyerangan Zionis yang sangat berbahaya". Serangan ini dianggap berisiko memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan.

Dalam sebuah pernyataan resmi, kelompok Palestina itu mengungkapkan bahwa Haniyeh, yang saat itu hidup dalam pengasingan, menjadi korban dari serangan yang ditujukan ke tempat tinggalnya. Kematian Haniyeh terjadi setelah ia menghadiri upacara pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian, beberapa jam sebelumnya.

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran juga mengonfirmasi kematian Haniyeh. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, menyatakan, “Kematian Haniyeh di Teheran akan memperkuat ikatan yang dalam dan tak terputus antara Teheran, Palestina, dan perlawanan.” Pernyataan ini menunjukkan dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina dan menunjukkan potensi meningkatnya geopolitik di kawasan tersebut.

Kematian Haniyeh adalah pembunuhan penting kedua dalam waktu singkat, setelah serangan di Beirut yang menewaskan seorang komandan senior Hezbollah. Hal ini meningkatkan kekhawatiran bahwa kawasan tersebut mungkin menuju perang yang lebih besar.

Sementara itu, Israel belum memberikan komentar resmi mengenai kematian Haniyeh. Sebagai informasi, Israel biasanya tidak mengonfirmasi atau membantah dugaan upaya pembunuhan di negara asing. Namun, Menteri Warisan Israel, Amichay Eliyahu, memuji kematian Haniyeh dengan mengatakan, “Dunia jadi sedikit lebih baik.” Ia menambahkan, “Tak ada ampun untuk orang-orang ini,” dalam sebuah unggahan di media sosial.

Penting untuk dicatat bahwa para pejabat Israel sebelumnya mengatakan akan bertanggung jawab atas semua pemimpin Hamas terkait serangan yang terjadi pada 7 Oktober lalu di selatan Israel, yang menyebabkan banyak korban. Situasi ini terus memanas dan nasib kawasan Timur Tengah semakin tidak pasti.