Sekretaris Pertahanan AS, Lloyd Austin, menyatakan bahwa Washington akan memberikan bantuan kepada Israel jika negara tersebut menghadapi konsekuensi setelah pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Pembunuhan ini terjadi di Iran, dan Austin menekankan bahwa Amerika Serikat sedang berupaya untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut.
Haniyeh dilaporkan dibunuh sekitar pukul 2 pagi waktu setempat saat berada di sebuah fasilitas pribadi untuk veteran perang di Teheran. Menurut Badan Berita Fars, lokasi tinggal Haniyeh yang terletak di utara ibu kota Iran itu menjadi sasaran dalam serangan tersebut.
Lebih lanjut, sebuah laporan dari situs berita Lebanon yang pro-Hezbollah, al Mayadeen, mengutip sumber Iran yang mengklaim bahwa misil yang digunakan untuk membunuh Haniyeh diluncurkan dari luar Iran. Namun, pernyataan ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang Iran.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran saat ini sedang mengadakan pertemuan darurat di kediaman pemimpin tertinggi negara tersebut. Pertemuan semacam ini jarang terjadi dan biasanya hanya dilakukan dalam situasi luar biasa. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah Iran menanggapi insiden tersebut.
Kematian Haniyeh dapat memicu reaksi yang kuat dari kelompok Hamas dan pendukungnya, yang mungkin akan meningkatkan ketegangan di wilayah Timur Tengah. Situasi ini perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada stabilitas kawasan.
