Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Kematian Pemimpin Politik Hamas Dikecam Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyampaikan kecaman keras terhadap pembunuhan Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas. Dalam pernyataannya, mereka menyebut kejadian ini sebagai "pembunuhan politik yang sepenuhnya tidak dapat diterima". Hal ini dikhawatirkan akan memicu eskalasi ketegangan di kawasan yang sudah rawan konflik tersebut.

Mikhail Bogdanov, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, mengatakan bahwa tindakan tersebut hanya akan memperburuk situasi. "Ini adalah pembunuhan politik yang sama sekali tidak dapat diterima dan akan menyebabkan peningkatan ketegangan lebih lanjut," tulis laporan dari RIA.

Pada minggu lalu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, juga menyampaikan pendapatnya mengenai tujuan perang Israel yang ingin menghancurkan Hamas di Gaza. Ia menyatakan bahwa misi itu adalah sesuatu yang tidak realistis dan tidak mungkin dicapai. Menurut Lavrov, "Dalam pandanganku, dan banyak rekan saya sepakat hal ini, tidak mungkin untuk memberantas sebuah organisasi yang sudah ada, yang memiliki cukup banyak kemampuan dan dukungan, termasuk dari dunia Muslim."

Lavrov juga menegaskan dukungan Rusia terhadap perjuangan Palestina. Ia berjanji untuk "terus membantu memulihkan kesatuan Palestina". Dukungan ini menunjukkan komitmen Rusia terhadap penyelesaian konflik di Timur Tengah dan perlunya dialog antara pihak-pihak yang terlibat.