Setelah berbagai spekulasi, Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, diyakini akan menjadi kandidat utama Partai Demokrat dalam pemilihan 2024. Keputusan ini memiliki dampak yang signifikan, terutama terkait isu Palestina dan peristiwa tragis di Gaza. Namun, para pengamat memperingatkan bahwa perubahan besar mungkin tidak akan terjadi dalam kebijakan luar negeri, terutama mengenai Israel.
Presiden Joe Biden sebelumnya sudah dikenal sebagai kandidat yang kurang populer, dengan banyak anggota Partai Demokrat tidak ingin dia mencalonkan diri lagi pada tahun 2024. Hal ini terlihat sebelum serangan yang terjadi pada 7 Oktober dan imbasnya yang mengarah pada serangan di Gaza. Kini, Harris akan bersaing dengan mantan Presiden Donald Trump.
Ada dua pertanyaan yang perlu dijawab dalam situasi ini. Pertama, apakah Kamala Harris lebih baik daripada Biden dalam isu Palestina? Kedua, apakah mungkin Trump akan lebih buruk?
Harris telah menyerukan gencatan senjata sementara lebih dahulu daripada Biden. Dia juga disebut-sebut sebagai suara dalam Gedung Putih yang mendukung peningkatan bantuan untuk Palestina dan mendesak agar Israel mengizinkan bantuan tersebut. Meskipun demikian, banyak kritikus mencatat bahwa Harris masih jauh dari memadai. Mereka berpendapat bahwa menjadi lebih baik dari Biden – yang telah menjadi mitra penuh dalam penyiksaan warga Palestina – tidaklah sulit.
Saat ini, sulit bagi banyak orang untuk membayangkan kondisi yang lebih buruk bagi Palestina di bawah pemerintahan Biden. Namun, dengan Trump, hal itu tidak bisa dikesampingkan. Trump pernah mengungkapkan bahwa Israel harus "menyelesaikan pekerjaannya" dan berupaya mendapatkan "kemenangan" dalam konflik ini. Ia juga mengkhawatirkan citra Israel di mata publik karena lamanya perang ini berlangsung.
Jika Trump kembali mendapatkan kekuasaan, diperkirakan Israel bisa lebih leluasa melakukan tindakan tanpa kendali. Dalam konteks ini, meskipun Harris diperkirakan akan memiliki kebijakan yang merugikan Palestina, Trump bisa menjadi pilihan yang jauh lebih buruk. Oleh karena itu, kemenangan Harris masih dianggap lebih baik daripada kemungkinan Trump.
