Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Protes dan Kerusuhan di Penjara Sde Teiman Setelah Tentara Israel Ditangkap

Sembilan tentara Israel ditangkap pada hari Senin di pusat penahanan Sde Teiman setelah mereka diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang tahanan Palestina. Insiden ini memicu kerusuhan ketika aktivis sayap kanan dan anggota parlemen menyerbu fasilitas tersebut, menyebabkan ketegangan di wilayah tersebut.

Militer Israel melakukan penggerebekan di Sde Teiman, namun mereka menghadapi perlawanan dari tentara, yang dilaporkan mengunci diri mereka di dalam fasilitas dan menggunakan semprotan merica sebagai bentuk pertahanan. Pada akhirnya, mereka semua ditangkap oleh pihak berwenang.

Tahanan yang menjadi korban, menurut laporan dari Arab48, mengalamai "luka serius di area rektum". Tahanan tersebut telah dipindahkan dari Sde Teiman ke rumah sakit di Beersheba, yang juga terletak di bagian selatan Israel. Laporan dari Haaretz menyebutkan bahwa tahanan tersebut tidak dapat berjalan.

Tangkapan ini memicu kemarahan di kalangan warga Israel yang berhaluan kanan, mendorong demonstrasi solidaritas di berbagai tempat di Israel. Puluhan orang, termasuk anggota parlemen dan Menteri Warisan Amichai Eliyahu, berkumpul di luar Sde Teiman dan mencoba menerobos masuk ke dalam fasilitas penahanan.

Beberapa jam kemudian, sekitar 1.200 penunjuk rasa berkumpul di luar pangkalan Beit Lid, tempat sembilan tersangka dibawa untuk diinterogasi. Beberapa di antara orang-orang tersebut memaksa masuk ke pangkalan, tetapi mereka segera dibubarkan oleh polisi tanpa ada penangkapan di lokasi.

Aksi kerusuhan ini mendapatkan sorotan dari Kepala Staf Militer Herzi Halevi yang mengecam tindakan tersebut sebagai "menjurus pada anarki" dan menyatakan bahwa tindakan itu merugikan militer Israel.

Telah lama terdapat laporan mengenai tindakan penyiksaan yang dialami oleh warga Palestina di dalam penjara, termasuk penyiksaan dan pelecehan seksual. Beberapa laporan dalam beberapa bulan terakhir juga mencatat bahwa tahanan Palestina mengalami pemerkosaan oleh tentara dan petugas penjara menggunakan tongkat logam dan pemadam kebakaran.

Pada hari Minggu, Ben Gvir, seorang pejabat senior Israel, mengakui bahwa kondisi di dalam penjara Israel “telah memburuk”, dan menambahkan, “saya bangga dengan itu.”

Komite Publik Menentang Penyiksaan di Israel mengutuk dugaan pemerkosaan terhadap tahanan Palestina tersebut. Mereka menyatakan, “Alih-alih kecaman yang tegas, beberapa pemimpin sayap kanan Israel justru memberikan dukungan kepada para tersangka penyalahgunaan, yang merupakan cerminan penyebab utama terjadinya penyalahgunaan seperti ini.”