Dalam upaya menarik lebih banyak konsumen, beberapa pengecer, termasuk McDonald's, mulai memotong harga. Penelitian dari Yardeni Research, sebuah perusahaan penelitian finansial dan ekonomi, menunjukkan adanya tren deflasi yang berpengaruh pada kebiasaan membeli masyarakat.
Deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa yang terjadi secara umum, dan sangat berbeda dengan inflasi yang biasanya terjadi saat harga meningkat. Selama pandemi COVID-19, masyarakat mengalami lonjakan harga yang signifikan, namun sekarang inflasi telah mereda. Hal ini membuat para investor berharap bahwa Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, akan mulai mengurangi suku bunga dalam waktu dekat.
Menurut Yardeni Research, “Konsumen di seluruh dunia telah mengurangi pembelian Big Mac di McDonald's.” Catatan tersebut mencatat bahwa perusahaan makanan cepat saji raksasa ini baru saja melaporkan penurunan penjualan global untuk pertama kalinya dalam 13 kuartal terakhir. Sebagai tanggapan, McDonald's akan memperpanjang tawaran paket makanan seharga $5 untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Perubahan ini menunjukkan betapa pentingnya strategi harga dalam menarik konsumen, terutama di masa-masa sulit ekonomi. Hal ini juga mengindikasikan adanya perubahan dalam perilaku konsumen yang mungkin mempengaruhi pasar makanan cepat saji ke depan.
