Delta Airlines baru-baru ini mengalami gangguan besar yang disebabkan oleh pembaruan perangkat lunak dari CrowdStrike. Kejadian ini mengakibatkan jutaan pelanggan Microsoft menghadapi layar biru yang menyebalkan. Bahkan, ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan atau ditunda, menyebabkan banyak penumpang merasa frustrasi.
Menurut laporan CNBC, Delta mengejar kompensasi dan telah menyewa pengacara terkenal, David Boies, yang berusia 83 tahun. Boies dikenal sebagai pengacara berpengalaman yang memiliki reputasi dalam menangani kasus-kasus besar. Dia akan mewakili Delta dalam upaya untuk mendapatkan ganti rugi akibat masalah yang ditimbulkan oleh pembaruan CrowdStrike pada 19 Juli.
Pembaruan tersebut berdampak besar pada alat pelacak kru Delta, yang sangat penting untuk operasional maskapai. CEO Delta, Ed Bastian, menyatakan bahwa gangguan ini membuat mereka kesulitan untuk menjalankan bisnis seperti biasa. Alat pelacak kru adalah sistem yang membantu maskapai mengatur dan melacak keberadaan para awak pesawat.
Situasi ini menunjukkan betapa vitalnya teknologi yang berjalan di belakang operasional maskapai. Seluruh dunia penerbangan sangat bergantung pada sistem yang dapat berfungsi dengan baik. Ketidakstabilan seperti ini bisa berdampak luas, bukan hanya pada maskapai tetapi juga pada pelayanan kepada pelanggan mereka.
