Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Google Dapat Kritik Atas Iklan AI Bertema Olimpiade

Google baru-baru ini menghadapi kritik setelah merilis iklan bertema Olimpiade yang menampilkan asisten AI mereka, Gemini. Iklan ini ditayangkan pada 26 Juli dan menuai reaksi negatif dari banyak penonton.

Dalam iklan tersebut, seorang ayah meminta Gemini untuk membantu putrinya menulis surat kepada atlet Olimpiade, Sydney McLaughlin-Levrone. McLaughlin-Levrone adalah pelari rintangan terkenal yang memiliki prestasi luar biasa di tingkat dunia. "Gemini, bantu putriku menulis surat yang mengatakan betapa menginspirasinya dia," kata seorang pria dalam iklan. Dia juga menambahkan bahwa putrinya memiliki cita-cita untuk memecahkan rekor dunia yang dipegang oleh McLaughlin-Levrone.

Dengan menyertakan musik yang megah, iklan menunjukkan bagaimana chatbot itu membantu menyusun surat untuk sang atlet. Ini disebut sebagai "sedikit bantuan dari Gemini." Meskipun niat iklan itu terlihat baik, banyak penonton merasa bahwa penanganan tema sambutan yang penuh perasaan, seperti yang terkait dengan Olimpiade, terasa tidak tepat dan dapat dianggap meremehkan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam acara tersebut.

Beberapa pengamat mengungkapkan skeptisisme tentang penerimaan teknologi AI dalam konteks seperti ini. Mengingat bahwa Olimpiade adalah momen yang sangat emosional dan penuh semangat, penggunaan AI untuk menyampaikan pesan yang peka tampaknya berisiko menciptakan kesan yang salah.

Kritik ini menunjukkan bahwa meskipun inovasi teknologi seperti AI berpotensi membantu dalam berbagai hal, pemilihan tema yang tepat dalam pemasaran sangat penting untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan tidak bertentangan dengan perasaan publik.