Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Peresmian Kawasan Kuliner Halal dan Jembatan Kalidawir di Tulungagung

Pada Kamis, 3 Oktober 2024, suasana di sekitar Jalan Antasari, Kabupaten Tulungagung, tampak ramai. Hal ini disebabkan oleh peresmian Kawasan Kuliner Halal yang dihadiri oleh Pj. Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, dan Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, A.Ks, M.A.P. Peresmian ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan menarik perhatian banyak pengunjung.

Kawasan Kuliner Halal ini terletak di area ruko stasiun, yang juga dikenal sebagai Pasar Sore Lama. Selain meresmikan kawasan kuliner, acara tersebut juga menandai diresmikannya Jembatan Kalidawir. Momen penting ini ditandai dengan menekan tombol sirene secara bersamaan oleh Pj. Bupati, Pj. Gubernur, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder terkait, termasuk PT KAI dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Tulungagung, Dr. Ir. Heru Suseno, MT, menjelaskan bahwa pemilihan Pasar Sore Lama sebagai lokasi kawasan kuliner halal dilakukan karena pelaku usaha mikro di area tersebut sudah memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Beberapa jenis kuliner halal yang tersedia di sana antara lain ayam lodho, sate kambing, kerupuk rambak, sanghai gansar, dan jenang sabun. Semua makanan tersebut sudah dijamin kehalalannya.

Pj. Bupati Heru juga menyampaikan bahwa Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Kabupaten Tulungagung sebagai Pilot Project Kawasan Halal. “Alhamdulillah, hari ini kita bisa mewujudkan hal tersebut berkat kerja sama dengan PT KAI, Kemenag, dan stakeholder lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Pj. Bupati Heru mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa mereka telah memberikan banyak bantuan, termasuk sertifikat halal, desain kemasan, tes laboratorium, merk terdaftar (HAKI), sertifikasi HACCP, dan pelatihan untuk memperkuat usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).